Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

Kelemahan dan kekurangan Metode Mengajar Matematika

Kelebihan dan Kelemahan Metode Mengajar Matematika

  1.  Metode Ceramah

● Kelebihan :
-          Guru menguasai arah pembicaraan seluruh kelas
-          Organisasi kelas sederhana
-          Mudah mempersiapkannya dan melaksanakannya

● Kelemahan :
-          Guru tidak dapat mengetahui sampai dimana siswa telah mengerti pembicaraannya
-          Keberhasilan siswa tidak terukur
-          Pembicara sering melantur
-          Anak didik yang lebih tanggap dari sisi visual, akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya, dapat lebih besar menerimanya
-          Kata-kata yang diucapkan oleh guru, ditafsirkan lain oleh siswa

  1. Metode Ekspositori
● Kelebihan :
-          Di dalam kelas, murid dituntut untuk aktif tidak hanya mendengar
-          Dominasi guru dalam kelas relatif berkurang sehingga siswa lebih mengasah kemampuannya

Kelemahan :
-     Kemungkinan tidak membawa hasil yang diharapkan jika siswanya belum cukup kreatif untuk lebih mencari dan menggali pengetahuan yang dibutuhkan

3.   Metode Demonstrasi
Kelebihan :
-          Perhatian siswa dapat dipusatkan, dan pokok bahasan yang dianggap penting oleh guru dapat diartikan seperlunya
-          Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
-          Siswa ikut serta aktif bila demonstrasi sekaligus dilanjutan dengan eksperimen
-          Proses pengajaran lebih menarik
-          Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi sekiranya siswa hendak mencoba mempelajari suatu proses dari buku bacaan
-          Beberapa persoalan yang belum dimengerti ditanyakan langsung saat proses itu, ditunjukkan sehingga terjawab dengan jelas

●Kelemahan :
-          Demonstrasi menjadi tidak efektif bila tidak semua siswa dapat ikut serta, misalnya alat terlalu kecil sedangkan jumlah siswa besar
-          Sulit dilakukan oleh guru yang tidak memahami betul apa yang ia terangkan
-          Memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang, disamping memerlukan waktu yang cukup panjang
-          Bila tidak dilanjutkan dengan eksperimen, ada kemungkinan siswa menjadi  lupa, dan pelajaran tidak akan berarti karena tidak menjadikan pengalaman bagi siswa
-          Kadang siswa sulit membayangkan yang digambrkan

  1. Metode Drill dan Latihan
●Kelebihan :
-    Siswa menjadi lebih terampil dalam pengerjaan soal
-    Siswa dapat mengerti aplikasi dari teori-teori yang telah dipelajari
-  Siswa dapat memperoleh kecakapan motoris, seperti : menulis, menghafal huruf, membuat dan menggunakan alat-alat
-  Siswa dapat memperoleh kecakapan mental, seperti ; dalam perkalian, pejumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda symbol, dsb.
-  Siswa dapat memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat, seperti : hubungan huruf-huruf dalam ejaan, pnggunaan symbol, dsb.

Kelemahan :
-          Yang dapat memahami apa yang guru berikan, hanya siswa tertentu jika guru tidak memberi pengertian dasar kepada siswa
-          Menghambat bakat dan inisiatif anak didik, karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian
-          Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
-          Mematikan kreasi siswa
-          Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan

  1. Metode Tanya Jawab
●Kelebihan :
-     Kelas lebih aktif karena siswa tidak sekedar mendengarkan saja
- Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan  mengemukakan pendapat
-    Pertanyaan akan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa
-    Mengetahui perbedaan pendapat antara siswa & guru, dan akan membawa kearah suatu tujuan
-     Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh para siswa
-   Guru dapat mengetahui sampai dimana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan

Kelemahan :
-          Dengan tanya jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan
-          Dapat menimbulkan beberapa masalah baru
-          Mempersyaratkan siswa memiliki latar belakang yang cukup tentang topik atau masalah yang didiskusikan
-          Tidak tepat digunakan pada tahap awal proses belajar bila siswa baru, diperkenalkan kepada bahan pembelajaran yang baru
-          Membutuhkan waktu yang relatif banyak dan jumlah siswa harus sedikit

  1. Metode Penemuan
Kelebihan :
-          Siswa aktif mengalami sendiri
-          Siswa dapat membuktikan teori-teori yang pernah diterima
-          Mendapatkan kesempatan melakukan langkah-langkah berpikir ilmiah

●Kelemahan :
-          Akan kurang berhasil apabila alat-alat yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan siswa
-          Kemungkinan tidak membawa hasil yang diharapkan jika siswanya belum cukup pengalaman

  1. Metode Pemecahan Masalah
●Kelebihan :
-          Siswa dapat mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah
-          Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing
-          Berpikir dan bertindak kreatif
-          Dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memcahkan masalah secara terampil
-          Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis

Kelemahan :
-          Membutuhkan waktu yang cukup banyak dan sering mengambil waktu pelajaran lainnya
-          Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan masalah sendiri atau kelompok
-          Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian
-          Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari pokok persoalan

  1. Metode Inkuiri
●Kelebihan :
-          Siswa dapat lebih aktif
-          Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang
-          Dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional
-          Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasiproses belajar yang baru
-          Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri
-          Siswa mendapat kesempatan melakukan langkah-langkah berpikirnya

●Kelemahan :
-          Guru tidak mengetahui konsep yang telah ditemukan sehingga kesulitan untuk melakukan langkah selanjutnya

  1. Metode Permainan
●Kelebihan :
-  Mengembangkan kreatifitas siswa (dengan peran yang dimainkan siswa dapat berfantasi)
-  Memupuk kerja sama antarsiswa
-  Menumbuhkan bakat siswa dalam seni drama
-  Siswa lebih memperhatikan pelajaran karena menghayati sendiri
-  Memupuk keberanian berpendapat di dalam kelas
- Melatih siswa untuk menganalisa masalah dan mengambil kesimpulan dalam waktu singkat

Kelemahan :
-   Adanya kurang kesungguhan para pemain menyebabkan tujuan tak tercapai
-  Pendengar (siswa yang tak berperan) sering menertawakan tingkah laku pemain sehingga merusak suasana

  1. Metode Pemberian Tugas
Kelebihan :
-          Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih banyak
-          Memupuk rasa tanggung jawab
-          Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan diingat lebih lama
-          Memperkuat motivasi belajar
-          Menjalin hubungan antara sekolah dengan keluarga
-          Mengembangkan keberanian berinisiatif

Kelemahan :
-          Memerlukan pengawasan yang ketat, baik oleh guru maupun orang tua
-          Sukar menetapkan apakah tugas dikerjakan oleh siswa sendiri atau atas bantuan orang lain
-          Banyak kecenderungan untuk saling mencontoh antarteman
-          Agak sulit diselesaikan oleh siswa yang tinggal bersama keluarga yang kurang teratur
-          Dapat menimbulkan frustasi jika gagal menyelesikan tugas


Senin, 13 April 2009

Apa itu RME (Realistic Mathematics Educations)

RME suatu Inovasi

dalam Pendidikan Matematika di Indonesia


Banyak negara maju telah menggunakan pendekatan baru yaitu pendekatan realistik (RME). RME banyak ditentukan oleh pandangan Freudenthal tentang matematika. Dua pandangan penting beliau adalah ‘mathematics must be connected to reality and mathematics as human activity ’. Pertama, matematika harus dekat terhadap siswa dan harus relevan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Kedua, ia menekankan bahwa matematika sebagai aktivitas manusia, sehingga siswa harus di beri kesempatan untuk belajar melakukan aktivitas semua topik dalam matematika.
RME adalah pendekatan pengajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang 'real' bagi siswa, menekankan ketrampilan 'proses of doing mathematics', berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri ('student inventing' sebagai kebalikan dari 'teacher telling') dan pada akhirnya menggunakan matematika itu untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Pada pendekatan ini peran guru tak lebih dari seorang fasilitator, moderator atau evaluator sementara siswa berfikir, mengkomunikasikan 'reasoningnya', melatih nuansa demokrasi dengan menghargai pendapat orang lain.
Treffers mengklasifikasikan pendidikan matematika berdasarkan horizontal dan vertikal mathematization (matematisasi) ke dalam empat type:
(1) mechanistic, atau ‘pendekatan traditional’, yang didasarkan pada ‘drill-practice’ dan pola atau pattern, yang menganggap orang seperti komputer atau suatu mesin (mekanik). Pada pendekatan, baik horizontal dan vertikal mathematization tidak digunakan.
(2) empiristic, dunia adalah realitas, dimana siswa dihadapkan dengan situasi dimana mereka harus menggunakan aktivitas horizontal mathematization. Treffer (1991) mengatakan bahwa pendekatan ini secara umum jarang digunakan dalam pendidikan matematika.
(3) structuralist, atau ‘Matematika modern’, didasarkan pada teori himpunan dan game yang bisa dikategorikan ke horizontal mathematization tetapi di tetapkan dari dunia yang dibuat secara ‘ad hoc’, yang tidak ada kesamaan dengan dunia siswa.
(4) realistic, yaitu pendekatan yang menggunakan suatu situasi dunia nyata atau suatu konteks sebagai titik tolak dalam belajar matematika. Pada tahap ini siswa melakukan aktivitas horizontal mathematization. Maksudnya siswa mengorganisasikan masalah dan mencoba mengidentfikasi aspek matematika yang ada pada masalah tersebut. Kemudian, dengan menggunakan vertical mathematization siswa tiba pada tahap pembentukan konsep.
Secara umum, teori RME terdiri dari lima karakteristik yaitu: (1) penggunaan real konteks sebagai titik tolak belajar matematika; (2) penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan cara formal atau rumus; (3) mengaitkan sesama topik dalam matematika; (4) penggunaan metode interaktif dalam belajar matematika dan (5) menghargai ragam jawaban dan kontribusi siswa.